Nyanyi PERANTAU

Posted: 23 April 2011 in Poems

tak usah risau,
tak perlu kau nyalakan cahaya,…
suatu saat,
kesendirian gelap malam akan berganti pagi

saat dimana kita jatuh,..
seolah jauh dan lama terasa
tapi kebangkitan dari itu
bukankah membawa kita hampir sampai di ujung perjalanan

lagu yang pernah kau suka
mengalir ke tengah kota,…
itulah pemberian tanpa pamrih
yang kuterima dengan begitu saja
darimu,…

nyayian perantau
kemana akan berjalan
suatu ketika pasti akan bertemu
tapi kali ini biarlah berpisah

bila aku merasa dilupakan semua orang
padamu saja aku bercerita
cukuplah saja kau dengar suaraku
tak perlu kau menjawabnya,…

menemukan kembali
hal berharga yang pernah hilang
itulah perulangan alam
dan berganti baru,..

setelah ini jangan pernah berkata
*tak ada tangis tak kan ada tawa*
beginilah sang pecinta

jangan pernah ragu mengatakan
Aku Cinta Padamu
karena telah tertulis pada angin yang berhembus
di hari ini
di manapun kaki berada

Awal pesta menyanyikan lagu terakhir
tanganku bergetar
dengan sedih harus kukatakan,… sayonara
bila kau lelah dan tak bisa melangkah
sesekali lihatlah kebelakang
karena tanganku akan menopangmu
meski tak terjangkau

Nyayian perantau
kemana kaki melangkah
tapi kuyakin pasti akan bertemu
sayonara,…
bila aku dilupakan semua orang
ku dekap lamunan
karena dalam diriku
ada bayang wajahmu
menopangmu
meski tak perlu jawabanmu
…………..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s